Cerita Kita


About

Cerita pendek dari penulis cilik 9 hingga 12 tahun. Bila ada kritik dan saran, bisa comment ya...




Penulis Blog

Amiraa | Shahira | Anya | Zhafira | Dini | Mona | Alishya | Rika | Alifia | Riri


Blog Archive



Credits

© 2013 - Full Template by Anugerah Salsa and the basecode from Arrien Amani . Cute icon from Pixel.
Cake De Levine: My cafe adventure (part 1)
Minggu, 08 Februari 2015 | 0 Diamond[s]
 
Cake De Levine
My Cafe Adventure


Namaku Mellisa. Aku adalah siswi sekolah dasar yang sekarang sudah meraih 3 penghargaan entrepreneur kids. Cake De Levine adalah toko kue pertamaku. Toko ini dulunya adalah toko sepatu milik mamaku yang sayangnya tidak laku. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengganti toko tersebut dengan toko rancanganku. Mama setuju. 

Aku membuat resep beberapa kue dan aneka roti. Setelah selesai, aku membuatnya dengan mama di toko. Setelah jadi, toko pun dibuka hanya untuk sehari karena masih percobaan. Kata mama, kalau hari ini gak laku, toko kue ini tidak akan dibuka. Ternyata, tidak sedikit orang yang berkunjung. Sampai-sampai, semua roti habis dan kue hanya tinggal satu.

Mama heran sekaligus bangga. Toko kue impianku terwujud hingga sampai sekarang. Mama memanggil sejumlah pembantu untuk bekerja di toko kueku. Karena aku masih sekolah, aku tidak bisa setiap saat ada di toko. Toko kueku sudah berjalan 2 bulan. Tetap saja, toko kueku masih saja laris. Tiba-tiba, ada seseorang datang ke tokoku. Ia membawa seorang anak yang sebaya denganku. Wah, dia adalah temanku, Emma! Aku menyapanya.

Aku: Hai Emma! 
Emma: Hai Melissa! Aku lega kamu disini
Aku: Iya... senang bertemu denganmu disini...

Mamaku dan Mama Emma berbincang-bincang. Sedangkan aku? Aku ke dapur bersama Emma untuk membuat roti spesial untuk berdua. Aku membuat adonan roti. Emma menyiapkan peralatannya. Setelah adonan roti jadi, aku meminta Ms. Cheryl (karyawan di sana) untuk memasukkannya ke dalam oven. Setelah jadi, Emma dan aku menghias roti. Aku menambahkan sosis potong. Emma dengan tidak sengaja menambahkan selai cokelat di atasnya. Tidak apa-apalah...

Aku dan Emma memakannya di meja makan. Aku menyuruh Emma memesan suatu minuman. Ms. Cecilia datang ke mejaku untuk mencatat pesanan. Emma memesan Vanilla Latte. Mamaku memesankan Cappuccino untuk Mama Emma. Aku memesan Chocolate Iced Cream. Mamaku memesan Coffee Milkshake. Ms. Cecilia pergi ke dapur untuk membuat minuman. 


Ingin tahu kelanjutannya? Stay tune! 

Label: ,

Posting Komentar


Newer Post
Older Post