Cerita Kita


About

Cerita pendek dari penulis cilik 9 hingga 12 tahun. Bila ada kritik dan saran, bisa comment ya...




Penulis Blog

Amiraa | Shahira | Anya | Zhafira | Dini | Mona | Alishya | Rika | Alifia | Riri


Blog Archive



Credits

© 2013 - Full Template by Anugerah Salsa and the basecode from Arrien Amani . Cute icon from Pixel.
Cake De Levine: My cafe adventure (part 2)
Minggu, 08 Februari 2015 | 0 Diamond[s]
Cake De Levine
My Cafe Adventure


5 menit kemudian... Ms. Cecilia datang dengan membawa minuman yang tadi kami pesan. Ternyata mamaku dan Mama Emma membicarakan tentang toko rotiku yang laris. Mama Emma ingin membuka cabang kueku. Mamaku meminta izin padaku. Sebenarnya, aku belum siap membuka cabang. Tetapi, coba dulu tidak apa-apa kan? Aku mengiyakan.

Toko kue "Cake de Levine" cabang II sudah berjalan satu minggu dan tidak kalah larisnya. Emma dan aku semakin dekat. Karena kedekatan kami, ada seseorang dibalik tirai yang cemburu, Healane. Ia adalah sahabat terdekatku di sekolah. Kemana-mana, pasti aku bersamanya. Suatu hari, aku dan Emma pergi ke kantin. Healane mengikuti kami dari belakang. Karena Emma dan aku berjalan begitu cepat, Healane merasa tertinggal dan kesal. Ia pun memanggil kami.

Healane: Melissa! Tunggu aku!
Aku: Oh, Healane... Aku tidak tahu kamu mengikutiku?
Healane: SUDAH CUKUP MELISSA! Aku tidak tahan denganmu yang selalu berpergian dengan Emma!
Emma: Maksudmu apa?
Healane: Aku gak sudi kamu berteman dengan Melissa!
Aku: Slow down Healane!

Semua orang yang berada di sekitar kami memperhatikan kami.

Healane: Bisakah kami bicara?

Healane menggenggan pergelangan tanganku dan menarikku ke tempat yang sepi.

Healane: Ada apa denganmu, Melissa? Kenapa kamu menjauhiku?
Aku: Aku tidak menjauhimu
Healane: Omong kosong!
Aku: Ya sudah... maumu apa?
Healane: Aku mau kita seperti yang dulu!
Aku: Ada saatnya orang berubah, Healane!
Healane: Jadi kamu lebih pilih Emma daripada aku?
Aku: Bukan begitu Hea...
Healane: Bullshit...

Healane pergi meninggalkanku. Perlahan, air mataku berjauhan. Begitu juga dengan Healane yang sedang berlari meninggalkanku. Kenapa Healane begitu cemburu? Apa yang membuatnya begitu marah?

Bersambung... tunggu part 3 ya.. 

Label: ,

Posting Komentar


Newer Post
Older Post