|
About Penulis Blog Blog Archive Credits |
Cake De Levine: My cafe adventure (part 4) Minggu, 08 Februari 2015 | 0 Diamond[s] ![]()
Setelah menunggu sekitar 2 bulan, toko rotiku disurvei sejumlah panitia. Aku membuatkan mereka sebuah Strawberry Shortcake ukuran besar dan minuman best sellerku, Vanilla Latte. Sejumlah panitia yang berkunjung merasa puas. Bahkan, ada yang memesan lagi. Ditemani Mama, aku berbincang dengan mereka. Panitia itu bernama Ms. Lisa, Mr. Henry, dan Ms. Cali.
Aku: Terima kasih, Ms. Lisa
Mr. Henry: Apa yang akan kamu lakukan bila kamu mendapatkan penghargaan itu?
Aku: Seperempat dana tersebut akan saya donasikan kepada warga kurang mampu, seperempat lagi akan saya donasikan untuk Big Cats, yaitu kucing besar yang populasinya terancam punah. Dan duaperempatnya untuk modal usaha saya
Ms. Cali: Hidangannya biasa saja! Aneh malahan... huh
Semua mata pada Ms. Cali. Sepertinya dia biasa berbicara pedas.
Ms. Cali: APA INI? INI BUKAN STRAWBERRY SHORTCAKE! Cafe macam apa ini?
Ms. Lisa: Cali, jaga omonganmu!
Ms. Cali: Lebih baik aku pergi saja!
Ms. Cali pergi meninggalkan kedua rekannya. Karena, ia tidak melihat ada parit di seberangnya, ia pun jatuh ke dalamnya. Ia menjerit. Sejumlah warga sekitar menolongnya. Aku, Ms. Lisa, Mr. Henry, dan mama yang sedang berada di cafe tertawa. Aku tahu ini tidak baik, tetapi caranya ia terjatuh lucu sekali sehingga kami tidak dapat menahan tawa.
1 bulan kemudian, aku ditelpon oleh Ms. Lisa. Aku lolos ke convention center! Acaranya besok. Aku semangat sekali. Keesokan harinya, aku pergi ke convention center. Di sana, banyak anak-anak seumuran denganku. Tetapi, ada seseorang yang familier. Emma! Itu Emma! Aku menunjuk Emma. Emma berdiri tepat di sebelah mamanya. Emma dan mamanya terlihat kaget dan jutek.
Aku: Emma?
Emma: Ee... kamu lolos?! Bagaimana bisa? Cafeku lebih baik!
Aku: Apa maksudmu? Cafemu adalah cabang dari cafeku!
Emma: Enak saja! Itu Cafeku sendiri!
Mamaku: Emma, cafemu adalah cabang dari cafe "Kue De Levine"
Emma: Apakah itu benar ma?
Mama Emma: Kita pergi dari sini saja
Jadi selama ini Emma tidak tahu bahwa cafenya adalah cabang? Kemana saja mamanya? Mama Emma tampak malu. Karena anaknya berbicara kencang. Aku bingung. Ada apa dengan Emma? Kok dia jadi jutek sih?
Aku dan mama duduk di kursi no. 58 dan 59. Ternyata Emma dan mamanya duduk di samping kami. Mamaku menyapa Mama Emma. Mama Emma mencibir.
Mamaku: Ada masalah apa ya?
Mama Emma: Ibu jangan pura-pura tidak tahu!
Mamaku: Saya memang benar tidak tahu!
Mama Emma: Ibu dan anak ibu mendorong anak saya ke parit kan?
Aku dan mama mengingat-ingat. Lalu tertawa. Ternyata Ms. Cali adalah kakak dari Emma. Ms. Cali menuduh mama dan aku bahwa dia didorong. Oh... jadi itulah mengapa Ms. Cali berbicara pedas. Ia ingin Emma menang!
Mama Emma: Ibu, ini tidak lucu ya! Kaki anak saya memar-memar akibat ulah ibu!
Mamaku: Ibu jangan asal menuduh saya dong! Ia jatuh ke parit karena ulahnya sendiri!
Aku: Iya benar! Tanya saja Ms. Lisa dan Mr. Henry!
Ms. Lisa dan Mr. Henry: Iya benar!
Mama Emma: Oh, maafkan saya ibu karena sudah menuduh ibu...
Mamaku: Gak papa bu... setiap orang pasti punya kesalahan
Emma: Maafkan aku ya Mel
Aku: Dimaafkan!
Kami semua berjabat tangan. Akhirnya, pengunguman dimulai.
Host: Langsung saja, kita umumkan pemenang kategori "Terkreatif"! Pemenangnya adalah Denisa Putri Alya!
Kategori per kategori diumumkan.
Host: Untuk pemenang kategori "Terlaris"! ...
...
...
...
Melissa Katelyn!
Aku maju ke atas panggung. Aku diberi spanduk yang bertuliskan Rp5.000.000
Host: Untuk pemenang kategori "Ter-berkualitas"...
...
...
...
Melissa Katelyn juga!
Wah, aku senang sekali! Mama berdiri sambil bertepuk tangan.
Host: Dan ada satu kategori kejutan, yaitu "Ter-banyak penghargaan" dimenangkan oleh...
Melissa Katelyn juga!
Apa!? Aku tidak percaya! Aku dapat 3 penghargaan sekaligus! Dana yang kudapatkan total Rp15.000.000 Mama menyiumku dengan bangga. Aku, sebagai penerima penghargaan terbanyak, disuruh berpidato.
Aku: Kupersembahkan hadiah ini untuk ayah!
Semua penonton bertepuk tangan. Saling bersorak-sorak. Ayah, semoga aku dapat membahagiakan ayah di surga.
Label: Cake De Levine, Cerpen Besambung |
Posting Komentar