Cerita Kita


About

Cerita pendek dari penulis cilik 9 hingga 12 tahun. Bila ada kritik dan saran, bisa comment ya...




Penulis Blog

Amiraa | Shahira | Anya | Zhafira | Dini | Mona | Alishya | Rika | Alifia | Riri


Blog Archive



Credits

© 2013 - Full Template by Anugerah Salsa and the basecode from Arrien Amani . Cute icon from Pixel.
Putri di Dunia Fantasyana
Senin, 09 Februari 2015 | 0 Diamond[s]

Putri Chloe
Putri yang sederhana, baik, rendah hati, pintar, dan penyayang. Sifatnya yang dikagumi semua orang membuat teman-temannya menjadi iri kecuali Putri Stacey dan Putri Mona (sahabat terdekatnya). Ia berasal dari kerajaan Stelladelle.


Putri Stacey
Sama seperti  Putri Chloe, dia memiliki sifat baik hati. Dia putri yang paling pandai ber-ice skating. Ia berasal dari kerajaan Nortsyde.


Putri Mona
Putri Mona adalah putri yang paling pandai. Dia juga baik hati. Namun, karena kepandaiannya, ia menjadi sombong. Ia berasal dari kerajaan pintar, kerajaan Pametanlly.


Putri Abbie
Banyak yang tidak suka dengan putri ini karena sifatnya yang menyebalkan. Sahabat satu-satunya adalah Putri Elizabeth. Ia sangat iri dengan Putri Chloe yang cantik. Sampai suatu saat, ia punya rencana jahat untuk Putri Chloe. Ia berasal dari kerajaan Khaanse.

Putri Elizabeth
Putri ini sangat sombong. Banyak yang sebal dengan tingkahnya. Tingkahnya yang sok cantik membuat orang-orang semakin kesal. Ia berasal dari kerajaan terkaya di dunia, Roylaville.
Mau tau ceritanya? Stay tune besok sabtu!

Label: , ,

Cake De Levine 2: The life after that
Minggu, 08 Februari 2015 | 0 Diamond[s]
 
 Cake De Levine 2
 The life after that


Di usiaku yang masih muda ini, aku dapat mengembangkan Cake De Levine hingga terkenal dimana-mana. Cake De Levine sudah banyak perubahan. Seperti, lantai dua dibuka, karyawan baru, peluasan taman, dan kini, banyak warga asing yang berkunjung ke tokoku.

Aku senang sekali. Namun, pekerjaanku semakin berat. Mulai dari mengatur karyawan, pelatihan karyawan setiap hari sabtu, merancang menu baru, merancang toko, dan belum lagi tugas sekolah. Untung saja ada mama yang senantiasa membantuku. 

Suatu hari, Mr. Boyle—teman papaku dari perancis—mengunjungi tokoku.

Mr. Boyle: Mrs. Celli, sudah lama tidak bertemu
Mamaku: Mr. Boyle? Apa kabar?
Mr. Boyle: Saya baik-baik saja.
Mamaku: Silakan duduk, Mr. Boyle
Aku: Hai Mr. Boyle…
Mr. Boyle tidak menjawabku. Aku baru ingat, Ia tidak suka dengan anak-anak. Papa bilang, itu adalah phobia, phobia itu muncul karena masa kanak-kanaknya tidak bahagia.
Mamaku: Mau pesan apa, Mr. Boyle?
Mr. Boyle: Yang best seller, boleh?
Mamaku: Ms. Cecilia! (Ms. Cecilia pun datang)
Ms. Cecilia: What can I do for you?  
Mr. Boyle: Best seller please?
Ms. Cecilia: Sure, best seller dishes are coming your way

Di dapur, aku membantu Ms. Cecilia. Aku menyarankan Ms. Cecilia untuk membuat Blueberry Crunchy Pie. Karena kata ayah, Mr. Boyle sangat suka dengan blueberry. Untuk minumannya, aku membuat Iced Cappuccino with foam. Sehabis itu, Ms. Cecilia mengantarkan hidangannya.

Mr. Boyle menyicipinya sedikit-sedikit. Sesekali ia terdiam.
Mr. Boyle: Hidangan apa ini?
Aku: Blueberry Crunchy Pie
Mr. Boyle: Anakmu yang membuatnya?
Mamaku: Siapa lagi?
Mr. Boyle tersenyum
Mr. Boyle: Baru kali ini aku bangga pada anak-anak
Mr. Boyle melanjutkan makannya sampai habis.
Mr. Boyle: Maksudku kesini adalah untuk mengundangmu ke festival café di perancis. Aku dengar, cafemu terkenal enak. Ternyata memang benar!
Mamaku: Terima kasih, ini semua berkat anakku, ia pendirinya.
Mr. Boyle: Festival dibuka dalam tiga hari, biaya biar aku yang urus, ingin ikut?
Aku: Tentu saja
Mamaku: Entahlah, aku masih ragu
Aku: Kenapa ma?
Mamaku: Bukankah minggu depan kamu akan ulangan semester?
Aku: Iya, ya…
Mr. Boyle: Tidak apa-apa, nanti kan saya tulis surat izin.
Aku: Wah ide bagus! Setuju kan ma?
Mamaku: Hm… Iya

Aku dan mama langsung bersiap-siap. Aku menetapkan Ms. Cecilia sebagai manager sementara. Festival Café Perancis, here I come!
Mama? Mama kenapa? MAMA BATUK DARAH?!?! Ada apa dengan mama? Tunggu kelanjutannya!


Label:

Mini Sneak Peek: Dimanakah Peri Pipil?

Tema: Pencarian peri Pipil
Tokoh utama: Para peri
Latar: Dunia Fantasi
Siapa itu Pipil? Seorang peri baru yang cantik tersesat.
Sinopsis: Para peri cemas dengan peri Pipil yang baru lahir itu. Tingkah peri Pipil yang ingin banyak tahu membuat mereka menjadi semakin cemas. Hingga salah satu peri memutuskan untuk menjenguk rumah peri Pipil. Benar sekali! Peri Pipil hilang! Kemanakah perginya peri Pipil? Apa yang terjadi pada peri Pipil? Dapatkah para peri menemukan peri Pipil? 
Ingin tahu kelanjutannya? Stay tune hari sabtu depan ya! 

Label: , ,

Cake De Levine: My cafe adventure (part 4)
Cake De Levine
My Cafe Adventure


Setelah menunggu sekitar 2 bulan, toko rotiku disurvei sejumlah panitia. Aku membuatkan mereka sebuah Strawberry Shortcake ukuran besar dan minuman best sellerku, Vanilla Latte. Sejumlah panitia yang berkunjung merasa puas. Bahkan, ada yang memesan lagi. Ditemani Mama, aku berbincang dengan mereka. Panitia itu bernama Ms. Lisa, Mr. Henry, dan Ms. Cali. 

Ms. Lisa: Sungguh, ini adalah hidangan yang enak!
Aku: Terima kasih, Ms. Lisa
Mr. Henry: Apa yang akan kamu lakukan bila kamu mendapatkan penghargaan itu?
Aku: Seperempat dana tersebut akan saya donasikan kepada warga kurang mampu, seperempat lagi akan saya donasikan untuk Big Cats, yaitu kucing besar yang populasinya terancam punah. Dan duaperempatnya untuk modal usaha saya
Ms. Cali: Hidangannya biasa saja! Aneh malahan... huh

Semua mata pada Ms. Cali. Sepertinya dia biasa berbicara pedas.

Ms. Cali: APA INI? INI BUKAN STRAWBERRY SHORTCAKE! Cafe macam apa ini?
Ms. Lisa: Cali, jaga omonganmu!
Ms. Cali: Lebih baik aku pergi saja! 

Ms. Cali pergi meninggalkan kedua rekannya. Karena, ia tidak melihat ada parit di seberangnya, ia pun jatuh ke dalamnya. Ia menjerit. Sejumlah warga sekitar menolongnya. Aku, Ms. Lisa, Mr. Henry, dan mama yang sedang berada di cafe tertawa. Aku tahu ini tidak baik, tetapi caranya ia terjatuh lucu sekali sehingga kami tidak dapat menahan tawa. 

1 bulan kemudian, aku ditelpon oleh Ms. Lisa. Aku lolos ke convention center! Acaranya besok. Aku semangat sekali. Keesokan harinya, aku pergi ke convention center. Di sana, banyak anak-anak seumuran denganku. Tetapi, ada seseorang yang familier. Emma! Itu Emma! Aku menunjuk Emma. Emma berdiri tepat di sebelah mamanya. Emma dan mamanya terlihat kaget dan jutek. 

Aku: Emma?
Emma: Ee... kamu lolos?! Bagaimana bisa? Cafeku lebih baik!
Aku: Apa maksudmu? Cafemu adalah cabang dari cafeku!
Emma: Enak saja! Itu Cafeku sendiri!
Mamaku: Emma, cafemu adalah cabang dari cafe "Kue De Levine"
Emma: Apakah itu benar ma?
Mama Emma: Kita pergi dari sini saja 

Jadi selama ini Emma tidak tahu bahwa cafenya adalah cabang? Kemana saja mamanya? Mama Emma tampak malu. Karena anaknya berbicara kencang. Aku bingung. Ada apa dengan Emma? Kok dia jadi jutek sih?

Aku dan mama duduk di kursi no. 58 dan 59. Ternyata Emma dan mamanya duduk di samping kami. Mamaku menyapa Mama Emma. Mama Emma mencibir. 

Mamaku: Ada masalah apa ya?
Mama Emma: Ibu jangan pura-pura tidak tahu!
Mamaku: Saya memang benar tidak tahu!
Mama Emma: Ibu dan anak ibu mendorong anak saya ke parit kan?

Aku dan mama mengingat-ingat. Lalu tertawa. Ternyata Ms. Cali adalah kakak dari Emma. Ms. Cali menuduh mama dan aku bahwa dia didorong. Oh... jadi itulah mengapa Ms. Cali berbicara pedas. Ia ingin Emma menang!

Mama Emma: Ibu, ini tidak lucu ya! Kaki anak saya memar-memar akibat ulah ibu!
Mamaku: Ibu jangan asal menuduh saya dong! Ia jatuh ke parit karena ulahnya sendiri!
Aku: Iya benar! Tanya saja Ms. Lisa dan Mr. Henry!
Ms. Lisa dan Mr. Henry: Iya benar!
Mama Emma: Oh, maafkan saya ibu karena sudah menuduh ibu... 
Mamaku: Gak papa bu... setiap orang pasti punya kesalahan
Emma: Maafkan aku ya Mel
Aku: Dimaafkan!

Kami semua berjabat tangan. Akhirnya, pengunguman dimulai.

Host: Langsung saja, kita umumkan pemenang kategori "Terkreatif"! Pemenangnya adalah Denisa Putri Alya! 

Kategori per kategori diumumkan. 

Host: Untuk pemenang kategori "Terlaris"! ...
...
...
...
Melissa Katelyn!

Aku maju ke atas panggung. Aku diberi spanduk yang bertuliskan Rp5.000.000 

Host: Untuk pemenang kategori "Ter-berkualitas"...
...
...
...
Melissa Katelyn juga!

Wah, aku senang sekali! Mama berdiri sambil bertepuk tangan.

Host: Dan ada satu kategori kejutan, yaitu "Ter-banyak penghargaan" dimenangkan oleh...
Melissa Katelyn juga!

Apa!? Aku tidak percaya! Aku dapat 3 penghargaan sekaligus! Dana yang kudapatkan total Rp15.000.000 Mama menyiumku dengan bangga. Aku, sebagai penerima penghargaan terbanyak, disuruh berpidato. 

Aku: Kupersembahkan hadiah ini untuk ayah!

Semua penonton bertepuk tangan. Saling bersorak-sorak. Ayah, semoga aku dapat membahagiakan ayah di surga.


Label: ,

Cake De Levine: My cafe adventure (part 3)
Cake De Levine
My Cafe Adventure


Aku pulang sekolah dijemput mama. Di mobil, aku hanya diam sambil senderan ke pintu mobil.

Mama: Honey, kamu kenapa? Kok matanya bengkak?
Aku: Gak papa, ma
Mama: Ayo cerita sama mama... ada yang jailin kamu?
Aku: Nggak ma...
Mama: Terus... Kenapa?
Aku: Cuma kepentok meja kok
Mama: Yakin? Gak mungkin sampai nangisnya begitu
Aku: Iya mama!
Mama: Sebenarnya, mama tahu apa yang terjadi...
Aku: Hah mama tau? Kalau gitu... gimana nih ma? Aku harus apa?
Mama: Akhirnya kamu mau cerita. Hehe, itu trik mama... Ayo katakan apa lagi yang terjadi?
Aku: Iiih... mamaaa... yaudah deh... jadi, semenjak Emma buka cabang, aku jadi deket sama Emma, Jadinya Healane cemburu... terus tadi dia marah-marahin aku... aku harus gimana nih ma? Aku pilih Emma atau Healane?
Mama: Menurut kamu, kamu lebih nyaman berteman dengan siapa?
Aku: Hm... sebenarnya, aku lebih nyaman berteman dengan Sophie. Soalnya dia baik, dan juga pintar. 
Mama: Kenapa kamu tidak berteman dengan Sophie?
Aku: Aku mau sekali! Tapi aku takut Healane melukai Sophie...
Mama: Tidak lah, Healane tidak akan sekejam itu
Aku: You think so?
Mama: Ya... 
Aku: Jadi, kata mama, aku harus berteman dengan Sophie?
Mama: Mama tidak bilang seperti itu. Mama bilang, kamu punya pilihan...

Aku semakin murung. Pagi harinya, aku bertemu dengan Emma di kelas. Aku menyapanya. Ia menyapaku balik. Di belakang, terlihat Healane sedang cemberut. Aku tersenyum padanya. 

Aku: Maaf, Healane. Tapi ini hidupku. Ini pilihanku.
Healane: Aku tahu Mel... aku yang salah. Seharusnya kemarin aku tidak membentakmu seperti itu. Maakan aku...
Aku: Maafkan aku juga Healane...

Mulai sekarang, aku bebas berteman dengan siapa saja. Pelajaran Sosial dimulai. Ms. Abeth gurunya. Ia mengungumkan suatu lomba. Yaitu lomba entrepreneur kids 2015. Pas sekali denganku! Aku segera daftar . Lombanya hanya mengisi suatu data lalu dikirim. Kalau lolos seleksi, akan disurvei langsung. Sehabis itu, pada tanggal 20 Mei, yang terbaik akan diundang ke convention center untuk mendapatkan penghargaan. Ms. Abeth membagikan kertas data untuk murid-murid yang berniat. Aku mengisi datanya.
Entrepreneur Kids 2015
  • Nama: Melissa Katelyn K.
  • Umur: 12 tahun
  • Kategori: Pengusaha
  • Jenis: Pengusaha Toko Kue
  • Alamat: ...
  • Dll.
Akhirnya selesai juga, aku mengumpulkan datanya. Ms. Abeth langsung memberi data-datanya ke panitia yang sedang berkunjung ke sekolahku. Apakah aku akan lolos? 
Tunggu part 4 ya! 

Label: ,

Cake De Levine: My cafe adventure (part 2)
Cake De Levine
My Cafe Adventure


5 menit kemudian... Ms. Cecilia datang dengan membawa minuman yang tadi kami pesan. Ternyata mamaku dan Mama Emma membicarakan tentang toko rotiku yang laris. Mama Emma ingin membuka cabang kueku. Mamaku meminta izin padaku. Sebenarnya, aku belum siap membuka cabang. Tetapi, coba dulu tidak apa-apa kan? Aku mengiyakan.

Toko kue "Cake de Levine" cabang II sudah berjalan satu minggu dan tidak kalah larisnya. Emma dan aku semakin dekat. Karena kedekatan kami, ada seseorang dibalik tirai yang cemburu, Healane. Ia adalah sahabat terdekatku di sekolah. Kemana-mana, pasti aku bersamanya. Suatu hari, aku dan Emma pergi ke kantin. Healane mengikuti kami dari belakang. Karena Emma dan aku berjalan begitu cepat, Healane merasa tertinggal dan kesal. Ia pun memanggil kami.

Healane: Melissa! Tunggu aku!
Aku: Oh, Healane... Aku tidak tahu kamu mengikutiku?
Healane: SUDAH CUKUP MELISSA! Aku tidak tahan denganmu yang selalu berpergian dengan Emma!
Emma: Maksudmu apa?
Healane: Aku gak sudi kamu berteman dengan Melissa!
Aku: Slow down Healane!

Semua orang yang berada di sekitar kami memperhatikan kami.

Healane: Bisakah kami bicara?

Healane menggenggan pergelangan tanganku dan menarikku ke tempat yang sepi.

Healane: Ada apa denganmu, Melissa? Kenapa kamu menjauhiku?
Aku: Aku tidak menjauhimu
Healane: Omong kosong!
Aku: Ya sudah... maumu apa?
Healane: Aku mau kita seperti yang dulu!
Aku: Ada saatnya orang berubah, Healane!
Healane: Jadi kamu lebih pilih Emma daripada aku?
Aku: Bukan begitu Hea...
Healane: Bullshit...

Healane pergi meninggalkanku. Perlahan, air mataku berjauhan. Begitu juga dengan Healane yang sedang berlari meninggalkanku. Kenapa Healane begitu cemburu? Apa yang membuatnya begitu marah?

Bersambung... tunggu part 3 ya.. 

Label: ,

Cake De Levine: My cafe adventure (part 1)
 
Cake De Levine
My Cafe Adventure


Namaku Mellisa. Aku adalah siswi sekolah dasar yang sekarang sudah meraih 3 penghargaan entrepreneur kids. Cake De Levine adalah toko kue pertamaku. Toko ini dulunya adalah toko sepatu milik mamaku yang sayangnya tidak laku. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengganti toko tersebut dengan toko rancanganku. Mama setuju. 

Aku membuat resep beberapa kue dan aneka roti. Setelah selesai, aku membuatnya dengan mama di toko. Setelah jadi, toko pun dibuka hanya untuk sehari karena masih percobaan. Kata mama, kalau hari ini gak laku, toko kue ini tidak akan dibuka. Ternyata, tidak sedikit orang yang berkunjung. Sampai-sampai, semua roti habis dan kue hanya tinggal satu.

Mama heran sekaligus bangga. Toko kue impianku terwujud hingga sampai sekarang. Mama memanggil sejumlah pembantu untuk bekerja di toko kueku. Karena aku masih sekolah, aku tidak bisa setiap saat ada di toko. Toko kueku sudah berjalan 2 bulan. Tetap saja, toko kueku masih saja laris. Tiba-tiba, ada seseorang datang ke tokoku. Ia membawa seorang anak yang sebaya denganku. Wah, dia adalah temanku, Emma! Aku menyapanya.

Aku: Hai Emma! 
Emma: Hai Melissa! Aku lega kamu disini
Aku: Iya... senang bertemu denganmu disini...

Mamaku dan Mama Emma berbincang-bincang. Sedangkan aku? Aku ke dapur bersama Emma untuk membuat roti spesial untuk berdua. Aku membuat adonan roti. Emma menyiapkan peralatannya. Setelah adonan roti jadi, aku meminta Ms. Cheryl (karyawan di sana) untuk memasukkannya ke dalam oven. Setelah jadi, Emma dan aku menghias roti. Aku menambahkan sosis potong. Emma dengan tidak sengaja menambahkan selai cokelat di atasnya. Tidak apa-apalah...

Aku dan Emma memakannya di meja makan. Aku menyuruh Emma memesan suatu minuman. Ms. Cecilia datang ke mejaku untuk mencatat pesanan. Emma memesan Vanilla Latte. Mamaku memesankan Cappuccino untuk Mama Emma. Aku memesan Chocolate Iced Cream. Mamaku memesan Coffee Milkshake. Ms. Cecilia pergi ke dapur untuk membuat minuman. 


Ingin tahu kelanjutannya? Stay tune! 

Label: ,


Newer Post
Older Post