|
About Penulis Blog Blog Archive Credits |
Putri di Dunia Fantasyana Senin, 09 Februari 2015 | 0 Diamond[s] ![]()
Putri Chloe
Putri yang sederhana, baik, rendah hati, pintar, dan penyayang. Sifatnya yang dikagumi semua orang membuat teman-temannya menjadi iri kecuali Putri Stacey dan Putri Mona (sahabat terdekatnya). Ia berasal dari kerajaan Stelladelle.
Putri Stacey
Sama seperti Putri Chloe, dia memiliki sifat baik hati. Dia putri yang paling pandai ber-ice skating. Ia berasal dari kerajaan Nortsyde.
Putri Mona
Putri Mona adalah putri yang paling pandai. Dia juga baik hati. Namun, karena kepandaiannya, ia menjadi sombong. Ia berasal dari kerajaan pintar, kerajaan Pametanlly.
Putri Abbie
Banyak yang tidak suka dengan putri ini karena sifatnya yang menyebalkan. Sahabat satu-satunya adalah Putri Elizabeth. Ia sangat iri dengan Putri Chloe yang cantik. Sampai suatu saat, ia punya rencana jahat untuk Putri Chloe. Ia berasal dari kerajaan Khaanse.
Label: Cerpen Besambung, character, fantasyana Cake De Levine 2: The life after that Minggu, 08 Februari 2015 | 0 Diamond[s]
The
life after that
Di usiaku yang masih muda ini,
aku dapat mengembangkan Cake De Levine hingga terkenal dimana-mana. Cake De
Levine sudah banyak perubahan. Seperti, lantai dua dibuka, karyawan baru, peluasan
taman, dan kini, banyak warga asing yang berkunjung ke tokoku.
Aku senang sekali. Namun,
pekerjaanku semakin berat. Mulai dari mengatur karyawan, pelatihan karyawan
setiap hari sabtu, merancang menu baru, merancang toko, dan belum lagi tugas
sekolah. Untung saja ada mama yang senantiasa membantuku.
Suatu hari, Mr. Boyle—teman papaku
dari perancis—mengunjungi tokoku.
Mr. Boyle: Mrs. Celli, sudah lama
tidak bertemu
Mamaku: Mr. Boyle? Apa kabar?
Mr. Boyle: Saya baik-baik saja.
Mamaku: Silakan duduk, Mr. Boyle
Aku: Hai Mr. Boyle…
Mr. Boyle tidak menjawabku. Aku
baru ingat, Ia tidak suka dengan anak-anak. Papa bilang, itu adalah phobia,
phobia itu muncul karena masa kanak-kanaknya tidak bahagia.
Mamaku: Mau pesan apa, Mr. Boyle?
Mr. Boyle: Yang best seller,
boleh?
Mamaku: Ms. Cecilia! (Ms. Cecilia
pun datang)
Ms. Cecilia: What can I do for
you?
Mr. Boyle: Best seller please?
Ms. Cecilia: Sure, best seller
dishes are coming your way
Di dapur, aku membantu Ms.
Cecilia. Aku menyarankan Ms. Cecilia untuk membuat Blueberry Crunchy Pie.
Karena kata ayah, Mr. Boyle sangat suka dengan blueberry. Untuk minumannya, aku
membuat Iced Cappuccino with foam. Sehabis itu, Ms. Cecilia mengantarkan
hidangannya.
Mr. Boyle menyicipinya
sedikit-sedikit. Sesekali ia terdiam.
Mr. Boyle: Hidangan apa ini?
Aku: Blueberry Crunchy Pie
Mr. Boyle: Anakmu yang
membuatnya?
Mamaku: Siapa lagi?
Mr. Boyle tersenyum
Mr. Boyle: Baru kali ini aku
bangga pada anak-anak
Mr. Boyle melanjutkan makannya
sampai habis.
Mr. Boyle: Maksudku kesini adalah
untuk mengundangmu ke festival café di perancis. Aku dengar, cafemu terkenal
enak. Ternyata memang benar!
Mamaku: Terima kasih, ini semua
berkat anakku, ia pendirinya.
Mr. Boyle: Festival dibuka dalam tiga
hari, biaya biar aku yang urus, ingin ikut?
Aku: Tentu saja
Mamaku: Entahlah, aku masih ragu
Aku: Kenapa ma?
Mamaku: Bukankah minggu depan
kamu akan ulangan semester?
Aku: Iya, ya…
Mr. Boyle: Tidak apa-apa, nanti
kan saya tulis surat izin.
Aku: Wah ide bagus! Setuju kan
ma?
Mamaku: Hm… Iya
Aku dan mama langsung
bersiap-siap. Aku menetapkan Ms. Cecilia sebagai manager sementara. Festival Café
Perancis, here I come!
Label: Cake De Levine 2 Mini Sneak Peek: Dimanakah Peri Pipil? ![]()
Label: Cerpen Besambung, Dimanakah Peri Pipil?, Sneak Peek Cake De Levine: My cafe adventure (part 4) ![]()
Setelah menunggu sekitar 2 bulan, toko rotiku disurvei sejumlah panitia. Aku membuatkan mereka sebuah Strawberry Shortcake ukuran besar dan minuman best sellerku, Vanilla Latte. Sejumlah panitia yang berkunjung merasa puas. Bahkan, ada yang memesan lagi. Ditemani Mama, aku berbincang dengan mereka. Panitia itu bernama Ms. Lisa, Mr. Henry, dan Ms. Cali.
Aku: Terima kasih, Ms. Lisa
Mr. Henry: Apa yang akan kamu lakukan bila kamu mendapatkan penghargaan itu?
Aku: Seperempat dana tersebut akan saya donasikan kepada warga kurang mampu, seperempat lagi akan saya donasikan untuk Big Cats, yaitu kucing besar yang populasinya terancam punah. Dan duaperempatnya untuk modal usaha saya
Ms. Cali: Hidangannya biasa saja! Aneh malahan... huh
Semua mata pada Ms. Cali. Sepertinya dia biasa berbicara pedas.
Ms. Cali: APA INI? INI BUKAN STRAWBERRY SHORTCAKE! Cafe macam apa ini?
Ms. Lisa: Cali, jaga omonganmu!
Ms. Cali: Lebih baik aku pergi saja!
Ms. Cali pergi meninggalkan kedua rekannya. Karena, ia tidak melihat ada parit di seberangnya, ia pun jatuh ke dalamnya. Ia menjerit. Sejumlah warga sekitar menolongnya. Aku, Ms. Lisa, Mr. Henry, dan mama yang sedang berada di cafe tertawa. Aku tahu ini tidak baik, tetapi caranya ia terjatuh lucu sekali sehingga kami tidak dapat menahan tawa.
1 bulan kemudian, aku ditelpon oleh Ms. Lisa. Aku lolos ke convention center! Acaranya besok. Aku semangat sekali. Keesokan harinya, aku pergi ke convention center. Di sana, banyak anak-anak seumuran denganku. Tetapi, ada seseorang yang familier. Emma! Itu Emma! Aku menunjuk Emma. Emma berdiri tepat di sebelah mamanya. Emma dan mamanya terlihat kaget dan jutek.
Aku: Emma?
Emma: Ee... kamu lolos?! Bagaimana bisa? Cafeku lebih baik!
Aku: Apa maksudmu? Cafemu adalah cabang dari cafeku!
Emma: Enak saja! Itu Cafeku sendiri!
Mamaku: Emma, cafemu adalah cabang dari cafe "Kue De Levine"
Emma: Apakah itu benar ma?
Mama Emma: Kita pergi dari sini saja
Jadi selama ini Emma tidak tahu bahwa cafenya adalah cabang? Kemana saja mamanya? Mama Emma tampak malu. Karena anaknya berbicara kencang. Aku bingung. Ada apa dengan Emma? Kok dia jadi jutek sih?
Aku dan mama duduk di kursi no. 58 dan 59. Ternyata Emma dan mamanya duduk di samping kami. Mamaku menyapa Mama Emma. Mama Emma mencibir.
Mamaku: Ada masalah apa ya?
Mama Emma: Ibu jangan pura-pura tidak tahu!
Mamaku: Saya memang benar tidak tahu!
Mama Emma: Ibu dan anak ibu mendorong anak saya ke parit kan?
Aku dan mama mengingat-ingat. Lalu tertawa. Ternyata Ms. Cali adalah kakak dari Emma. Ms. Cali menuduh mama dan aku bahwa dia didorong. Oh... jadi itulah mengapa Ms. Cali berbicara pedas. Ia ingin Emma menang!
Mama Emma: Ibu, ini tidak lucu ya! Kaki anak saya memar-memar akibat ulah ibu!
Mamaku: Ibu jangan asal menuduh saya dong! Ia jatuh ke parit karena ulahnya sendiri!
Aku: Iya benar! Tanya saja Ms. Lisa dan Mr. Henry!
Ms. Lisa dan Mr. Henry: Iya benar!
Mama Emma: Oh, maafkan saya ibu karena sudah menuduh ibu...
Mamaku: Gak papa bu... setiap orang pasti punya kesalahan
Emma: Maafkan aku ya Mel
Aku: Dimaafkan!
Kami semua berjabat tangan. Akhirnya, pengunguman dimulai.
Host: Langsung saja, kita umumkan pemenang kategori "Terkreatif"! Pemenangnya adalah Denisa Putri Alya!
Kategori per kategori diumumkan.
Host: Untuk pemenang kategori "Terlaris"! ...
...
...
...
Melissa Katelyn!
Aku maju ke atas panggung. Aku diberi spanduk yang bertuliskan Rp5.000.000
Host: Untuk pemenang kategori "Ter-berkualitas"...
...
...
...
Melissa Katelyn juga!
Wah, aku senang sekali! Mama berdiri sambil bertepuk tangan.
Host: Dan ada satu kategori kejutan, yaitu "Ter-banyak penghargaan" dimenangkan oleh...
Melissa Katelyn juga!
Apa!? Aku tidak percaya! Aku dapat 3 penghargaan sekaligus! Dana yang kudapatkan total Rp15.000.000 Mama menyiumku dengan bangga. Aku, sebagai penerima penghargaan terbanyak, disuruh berpidato.
Aku: Kupersembahkan hadiah ini untuk ayah!
Semua penonton bertepuk tangan. Saling bersorak-sorak. Ayah, semoga aku dapat membahagiakan ayah di surga.
Label: Cake De Levine, Cerpen Besambung Cake De Levine: My cafe adventure (part 3) ![]()
Akhirnya selesai juga, aku mengumpulkan datanya. Ms. Abeth langsung memberi data-datanya ke panitia yang sedang berkunjung ke sekolahku. Apakah aku akan lolos?
Tunggu part 4 ya! Label: Cake De Levine, Cerpen Besambung Cake De Levine: My cafe adventure (part 2) ![]() My Cafe Adventure
5 menit kemudian... Ms. Cecilia datang dengan membawa minuman yang tadi kami pesan. Ternyata mamaku dan Mama Emma membicarakan tentang toko rotiku yang laris. Mama Emma ingin membuka cabang kueku. Mamaku meminta izin padaku. Sebenarnya, aku belum siap membuka cabang. Tetapi, coba dulu tidak apa-apa kan? Aku mengiyakan.
Toko kue "Cake de Levine" cabang II sudah berjalan satu minggu dan tidak kalah larisnya. Emma dan aku semakin dekat. Karena kedekatan kami, ada seseorang dibalik tirai yang cemburu, Healane. Ia adalah sahabat terdekatku di sekolah. Kemana-mana, pasti aku bersamanya. Suatu hari, aku dan Emma pergi ke kantin. Healane mengikuti kami dari belakang. Karena Emma dan aku berjalan begitu cepat, Healane merasa tertinggal dan kesal. Ia pun memanggil kami.
Healane: Melissa! Tunggu aku!
Aku: Oh, Healane... Aku tidak tahu kamu mengikutiku?
Healane: SUDAH CUKUP MELISSA! Aku tidak tahan denganmu yang selalu berpergian dengan Emma!
Emma: Maksudmu apa?
Healane: Aku gak sudi kamu berteman dengan Melissa!
Aku: Slow down Healane!
Semua orang yang berada di sekitar kami memperhatikan kami.
Healane: Bisakah kami bicara?
Healane menggenggan pergelangan tanganku dan menarikku ke tempat yang sepi.
Healane: Ada apa denganmu, Melissa? Kenapa kamu menjauhiku?
Aku: Aku tidak menjauhimu
Healane: Omong kosong!
Aku: Ya sudah... maumu apa?
Healane: Aku mau kita seperti yang dulu!
Aku: Ada saatnya orang berubah, Healane!
Healane: Jadi kamu lebih pilih Emma daripada aku?
Aku: Bukan begitu Hea...
Healane: Bullshit...
Healane pergi meninggalkanku. Perlahan, air mataku berjauhan. Begitu juga dengan Healane yang sedang berlari meninggalkanku. Kenapa Healane begitu cemburu? Apa yang membuatnya begitu marah?
Bersambung... tunggu part 3 ya.. Label: Cake De Levine, Cerpen Besambung Cake De Levine: My cafe adventure (part 1)
Cake De Levine
My Cafe Adventure Namaku Mellisa. Aku adalah siswi sekolah dasar yang sekarang sudah meraih 3 penghargaan entrepreneur kids. Cake De Levine adalah toko kue pertamaku. Toko ini dulunya adalah toko sepatu milik mamaku yang sayangnya tidak laku. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengganti toko tersebut dengan toko rancanganku. Mama setuju.
Aku membuat resep beberapa kue dan aneka roti. Setelah selesai, aku membuatnya dengan mama di toko. Setelah jadi, toko pun dibuka hanya untuk sehari karena masih percobaan. Kata mama, kalau hari ini gak laku, toko kue ini tidak akan dibuka. Ternyata, tidak sedikit orang yang berkunjung. Sampai-sampai, semua roti habis dan kue hanya tinggal satu.
Mama heran sekaligus bangga. Toko kue impianku terwujud hingga sampai sekarang. Mama memanggil sejumlah pembantu untuk bekerja di toko kueku. Karena aku masih sekolah, aku tidak bisa setiap saat ada di toko. Toko kueku sudah berjalan 2 bulan. Tetap saja, toko kueku masih saja laris. Tiba-tiba, ada seseorang datang ke tokoku. Ia membawa seorang anak yang sebaya denganku. Wah, dia adalah temanku, Emma! Aku menyapanya.
Aku: Hai Emma!
Emma: Hai Melissa! Aku lega kamu disini
Aku: Iya... senang bertemu denganmu disini...
Mamaku dan Mama Emma berbincang-bincang. Sedangkan aku? Aku ke dapur bersama Emma untuk membuat roti spesial untuk berdua. Aku membuat adonan roti. Emma menyiapkan peralatannya. Setelah adonan roti jadi, aku meminta Ms. Cheryl (karyawan di sana) untuk memasukkannya ke dalam oven. Setelah jadi, Emma dan aku menghias roti. Aku menambahkan sosis potong. Emma dengan tidak sengaja menambahkan selai cokelat di atasnya. Tidak apa-apalah...
Aku dan Emma memakannya di meja makan. Aku menyuruh Emma memesan suatu minuman. Ms. Cecilia datang ke mejaku untuk mencatat pesanan. Emma memesan Vanilla Latte. Mamaku memesankan Cappuccino untuk Mama Emma. Aku memesan Chocolate Iced Cream. Mamaku memesan Coffee Milkshake. Ms. Cecilia pergi ke dapur untuk membuat minuman.
Ingin tahu kelanjutannya? Stay tune! Label: Cake De Levine, Cerpen Besambung ← Newer Post
Older Post →
|